Merk Softlens yang Berbahaya-Tidak hanya berdampak positif, ternyata perkembangan dalam dunia jual beli juga membuat banyak produsen nakal sehingga memproduksi berbagai barang kurang berkualitas. Maraknya merk softlens yang berbahaya beredar di pasaran mengharuskan Anda lebih teliti lagi sebelum memilihnya.

Ciri-ciri Merk Softlens yang Berbahaya

Hingga saat ini, peredaran merk softlens yang berbahaya sudah banyak dijumpai di pasaran. Baik di dalam maupun luar Indonesia. Beberapa diantaranya sengaja menggunakan brand ternama dengan harga lebih murah, tentunya kasus ini membuat konsumen tertarik membelinya. Berikut ciri-cirinya:

Adverstisment

Merk Tersebut Tidak Nyaman

Hal pertama yang menjadi ciri-ciri merk softlens berbahaya yaitu tidak nyaman selama pemakaian. Maksudnya ialah pengguna bisa saja merasakan beberapa gangguan di mata seperti gatal, perih, kemerahan bahkan rasa mengganjal.

Beberapa kasus ketidaknyamanan tersebut tentu menyebabkan efek samping bagi pengguna di kemudian hari. Oleh karena itu, hindari pemakaian softlens apabila saat penggunaan pertama kali sudah menimbulkan gangguan pada mata.

Merk Kemasan Kurang Aman

Softlens yang digunakan di mata, tentu harus memiliki dikemas dalam wadah aman dan steril. Akan menjadi pertanyaan apabila Anda mendapatkan kemasan kurang aman. Selain itu, penulisan keterangan mengenai produk juga sudah tidak terlihat bagus.

Hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda softlens yang dibeli merupakan tiruan dari merk asli. Terutama jika Anda sudah menjadi pelanggan tetap dari produk tertentu, maka sudah hafal dengan kemasan aslinya. Jadi, hindari pemakaian apabila dikemas dalam wadah kurang aman.

Merk Kemasan Berlabel Made in China

Anda pasti sudah mengetahui bahwa negara ini cukup kreatif dalam menghasilkan produk tiruan dari merk ternama. Bahkan hasilnya pun juga hampir mirip seperti aslinya. Parahnya, mereka akan menjualnya dengan harga lebih terjangkau. Tentu saja hal ini menarik banyak konsumen membelinya.

Meskipun tidak semua produk yang dibuat di China berbahaya, akan tetapi sebaiknya Anda bisa menghindari membeli softlens dengan kemasan berlabel “Made in China”. Mengingat bahwa kualitas menjadi hal paling penting sebelum membeli sebuah barang.

Merk dengan Harga Sangat Murah

Penawaran harga yang murah tentu akan menarik daya tarik calon pembeli. Meskipun begitu, kualitasnya pun perlu dipertanyakan. Pada umumya, produk berharga terjangkau memang diproduksi oleh produsen curang dan meniru sebuah merk ternama.

Walaupun harga murah memang menjadi keuntungan tersendiri, namun alangkah baiknya jika Anda membeli cukup mahal tanpa harus mempertaruhkan efek samping setelah pemakaian. Jadi sebaiknya menghindari pembelian produk berharga cukup rendah.

Merk dari Website Tidak Resmi

Ciri selanjutnya yang menunjukka bahwa sebuah produk softlens terancam berbahaya adalah memiliki situs tidak resmi. Pada umumnya akan dicantumkan informasi mengenai alamat website dari produse. Anda bisa mengeceknya di internet dan mengetahui apakah memang terhubung atau gagal.

Jika Anda berhasil mengunjungi alamat website tersebut, maka bandingkan tampilan produk softlens yang akan dibeli dengan informasi di dalam situs. Apabila terbukti berbeda, maka lebih baik jangan membelinya karena kemungkinan barang tersebut merupakan tiruan.

Merk Tidak Memiliki Nomor Verifikasi

Ciri ini menjadi tanda jika produk softlens tidak memiliki izin edar dari BPOM namun masih tetap diedarkan oleh produsen curang di pasaran. Tentunya Anda sudah sering mendengar barang illegal saat masuk ke Indonesia.

Hal tersebut perlu Anda perhatikan sebelum membeli produk softlens. Biasanya nomor verifikasi ini dicantumkan pada kemasannya sehingga terlihat jelas. Namun jika tidak dapat menemukannya, maka lebih baik jangan melanjutkan pemakaian atau membelinya kembali.

Kenali Merk Softlens yang Sudah Kadaluarsa

Selain mengenali ciri-ciri merk softlens yang berbahaya di pasaran, tentunya Anda juga perlu mengenali bagaimana jika produk ini sudah kadaluarsa. Bahkan hal ini juga bisa dialami oleh brand terkenal di pasaran. Berikut penjelasannya:

Ukuran Lebih dari 15mm

Perlu Anda ketahui bahwa diameter maksimum dar sebuah softlens ialah 15 mm. Apabila Anda menjumpai ukurannya melebihi dari angka tersebut, maka sebaiknya jangan dibeli atau melanjutkan pemakaiannya.

Softlens yang terlalu lama di pasaran memiliki kemungkinan untuk berubah bentuk, salah satunya yakni bertambah panjang. Sebaiknya sebelum memakainya, maka perhatikan terlebih dahulu ukurannya agar terhindar dari softlens kadaluarsa.

Merk dengan Kemasan Rusak

Kemasan menjadi salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum membeli sebuah produk. Begitu pun saat memilih softlens, sebaiknya hindari pembelian jika dikemas dalam wadah sudah rusak atau kurang baik.

Selain itu, jika tanggal kadaluwarsa yang tertera di kemasan sudah tidak jelas lagi, maka sebaiknya jangan membelinya. Beberapa informasi lainnya seperti komposisi produk atau cara penggunaan juga perlu diperhatikan sebelum membelinya.

Hindari Merk Softlens Ilegal dan Tidak Memiliki Ijin BPOM

Perlu Anda ketahui, bahwa beberapa produk lensa kontak di negara ini juga sebagian besar termasuk illegal. Maksudnya ialah softlens tersebut tidak mempunyai izin edar yang resmi dari Kemenkes R, BPOM atau pihak berwenang lainnya.

Apabila tidak memiliki izin edar namun tetap saja beredar di pasaran, tentunya akan menimbulkan efek samping berbahaya bagi penggunanya. Sementara sofltlens yang legal akan melewati berbagai prosedur pendaftaran seperti jaminan mutu, sterilitas, stabilitas, efikasi dan keamanan.

Apabila Anda tidak ingin mengalami hal seperti ini, maka sebaiknya untuk membeli softlens di optik ternama. Tentunya mereka memasok produk yang terjamin keamanannya serta sudah bersertifikasi internasional.

Ciri-ciri mengenai merk softlens yang berbahaya di atas dapat Anda jadikan pertimbangan agar tidak salah membelinya. Pastikan bahwa produk tersebut memang memiliki izin edar dari Kemenkes RI dan BPOM sehingga terjamin keamanannya.

Admin